You are viewing: MUSIHOVEN » HOME » BLOGS » Sharing » Experiences » KIIAAT

Slideshow image
If you can see this, then your browser cannot display the slideshow text.

Oleh-oleh dari KIIAAT (Kajian Islam Intensif Akhir dan Awal Tahun) 2008

Kajian Islam Intensif Akhir dan Awal Tahun (KIIAAT) diadakan oleh Stichting Generasi Baru bekerja sama dengan ESQ-FKA Eropa. Acara ini berlangsung dari tanggal 26 - 28 Desember 2008 di Mesjid Baiturrahman, Ridderkerk, Rotterdam, The Netherlands. Seluruh rangkaian acara dilakukan dalam suasana santai dan penuh keakraban. Ada dua materi/diskusi pokok yang menarik perhatian penulis ketika mengikuti kegiatan ini. Materi pertama adalah "Mengikuti Jejak Rasulullah SAW" dari Pak Rosyid pada tanggal 26 Desember 2008 dan diskusi mengenai "Menjembatani Kesenjangan Struktur Budaya Indonesia dan Belanda dalam Memperkenalkan Islam di Belanda" oleh Pak Jon Koeman pada tanggal 28 Desember 2008.

Di acara diskusi "Mengikuti Jejak Rasulullah SAW", Pak Rosyid memaparkan bahwa Rasulullah SAW adalah manusia biasa yang diberikan wahyu dari Allah SWT. Wahyu yg dengannya beliau menjadi perantara dari Sang Pencipta kepada manusia. Meneladani perilaku keseharian Rasulullah SAW akan membuat manusia semakin dekat kepada-Nya. Pak Rosyid juga menegaskan bahwa pada dasarnya, segala peribadahan kepada-Nya adalah haram kecuali yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

Pak Rosyid juga menjelaskan mengenai fungsi Muhammad SAW selama periode penyebaran agama Islam di Madinah. Pada masa itu, Muhammad SAW memiliki tiga fungsi, yakni sebagai Rasulullah, kepala pemerintahan, dan hakim. Penafsiran hadits2nya sangat tergantung kepada posisi Muhammad SAW ketika mengeluarkan hadits2 tersebut. Penafsiran terhadap suatu hadits jg bisa berbeda antara seorang ahli hadits dengan ahli hadits lainnya. Akibatnya, penerapan hadits2 tersebut pun bisa berbeda. Contohnya adalah ketika seorang mengadu kepada Rasul bahwa suaminya sangat pelit dan tidak memberinya uang belanja. Kemudian Rasul pun mengatakan kepadanya untuk mengambil uang suaminya tanpa sepengetahuan sang suami secukupnya. Para ahli hadits berbeda penafsiran mengenai apakah posisi Muhammad SAW saat itu sebagai Rasulullah atau sebagai hakim. Jika posisinya sebagai Rasulullah, maka seorang istri boleh mengambil uang suaminya tanpa sepengetahuan sang suami untuk hidup sehari2 secukupnya. Jika posisinya sebagai hakim, maka seorang istri wajib bertanya kepada hakim di tempatnya berada terlebih dahulu. Sang hakim lah yg akan memutuskan perkara tersebut.

Di sesi tanya-jawab, seseorang menanyakan ttg sistem pemerintahan apakah yang sesuai dengan pemerintahan Islam saat di Madinah dan seperti apakah sistem pemerintahan yang baik itu. Pertanyaan ini muncul setelah serangkaian tanya-jawab di sekitar fungsi Muhammad SAW sebagai kepala pemerintahan. Pak Rosyid menyatakan bahwa setelah masa pemerintahan Rasulullah SAW berakhir, tidak ada lagi sistem pemerintahan yang serupa. Beliau menegaskan bahwa sistem pemerintahan yang baik akan muncul jika di dalam negara tersebut terdapat orang-orang baik, terlepas dari sistem pemerintahan spt apakah yang dipakai (demokrasi, komunis, kerajaan, dll). Berkaitan dengan peraturan kenegaraan, Pak Rosyid menyatakan bahwa muslim yang baik wajib menaati segala peraturan di tempatnya berada selama peraturan2 tersebut tidak bertentangan dengan agama Islam.

Acara diskusi dengan Pak Jon Koeman sebenarnya bertema "Menjadi Muslim Prestatif". Akan tetapi, beliau terlihat lebih antusias menjelaskan mengenai kesenjangan budaya antara Indonesia dengan Belanda dan bagaimana menjembatani kesenjangan tersebut untuk memperkenalkan Islam di Belanda. Akhirnya, keseluruhan acara diskusi dengan Pak Jon berupa hal2 yang berkaitan dengan budaya dan komunikasi.

Di awal pemberian materi, Pak Jon menjelaskan teorinya mengenai struktur budaya renggang dan struktur budaya padat dengan mengambil contoh intan dan arang. Kedua benda ini tersusun hanya oleh satu macam atom, yaitu atom karbon. Tetapi sifat dan keadaan kedua benda ini berbeda jauh satu sama lainnya. Perbedaan ini disebabkan oleh struktur atom karbon yang terkandung di dalamnya. Jadi, meskipun kedua benda ini terlihat jauh berbeda secara makroskopik, kedua benda ini berasal dari jenis atom yang sama. Demikian pula halnya dengan budaya. Seluruh budaya memiliki akar yang sama. Strukturnyalah yang membuatnya berbeda. Rata2 orang Belanda memiliki struktur budaya yang renggang dalam artian mereka tidak suka diatur2 dan tidak terlalu terikat/tergantung dengan keluarga/suku. Rata2 orang Indonesia justru sebaliknya. Orang2 Indonesia gak bisa hidup tanpa dukungan dari orang tuanya dan gak bisa lepas dari pengaruh orang tua/suku/asalnya. Pak Jon jg menegaskan klo perbedaan struktur budaya ini sangat dipengaruhi oleh kondisi perekonomian setempat. Semakin maju sebuah negara, semakin setiap orang mendapatkan fasilitas untuk hidup dan berkembang, maka akan semakin rengganglah struktur budaya seseorang. Orang Jakarta memiliki struktur budaya yg lebih renggang daripada orang yang tinggal di kampung. Salah satu contoh pengaruh struktur budaya terhadap kehidupan seseorang adalah wanita yang merokok. Seorang wanita merokok di Jakarta akan terlihat biasa saja oleh komunitasnya, sementara seorang wanita yang merokok di kampung akan dicap sebagai wanita yang gak beres oleh orang sekampung. Wanita yang merokok di kampung tersebut akan terpengaruh oleh stigma negatif tadi sehingga mungkin hal ini akan membuatnya berhenti merokok. Oleh karena perbedaan kerapatan struktur budaya inilah, seseorang (dalam hal ini muslim Indonesia) mesti berhati-hati dalam memperkenalkan hal2 baru (agama Islam) kepada orang lain (orang Belanda) agar bisa diterima dengan baik.

Pak Jon menyarankan jika seseorang ingin memberikan kritik kepada orang lain, maka berilah kritik pada kelakuannya, bukan dengan memberikan identitas padanya. Pemberian kritik pada kelakuannya didasarkan pada apa yang kita rasakan sebagai dampak dari kelakuan orang tersebut. Contoh sederhana adalah memberikan kritik kepada seorang anak yg mendapatkan hasil ulangan yang jelek. Bentuk kritikan yang salah adalah:

Ibu: "Hasil ulanganmu jelek lagi? Itu karena kamu malas belajar"

Kritikan di atas menyatakan bahwa si anak adalah pemalas. Ini merupakan pemberian identitias kepadanya bahwa ia seorang pemalas. Akibatnya, jika kritikan seperti ini terus dilakukan, ia akan merasa dirinya malas. Kritikan yang benar:

Ibu: "Hasil ulanganmu jelek karena kemarin sore mama lihat kamu malah main-main sama si Anu, bukannya belajar".

Di sini kita mengkritik perilakunya kemarin sore yang menyebabkannya kehilangan waktu utk belajar. Dengan kritikan seperti ini, ia akan menerimanya dengan baik karena ia mengetahui bahwa ia telah lalai dengan waktu belajarnya. Kritikan seperti ini jg secara tak langsung menyatakan bahwa jika ia belajar sebelum ulangan, maka hasil ulangannya akan lebih baik. Feedback seperti ini tidak akan dialami si anak jika kita mengkritiknya sebagai orang yang malas karena dia tidak tau bagaimana mengubah dirinya dari malas ke rajin. Kelakuan mudah diubah karena setiap hari kita juga merubah kelakuan kita sementara identitas kita sangat sulit utk diubah, begitu kata Pak Jon.

Dalam banyak hal, orang akan melihat kelakuan kita untuk melihat siapa kita sebenarnya. Akan tetapi, orang awam akan sulit mengerti apa yang kita lakukan untuk mengerti siapa kita. Untuk ini, Pak Jon menyarankan untuk memberikan arti atau penjelasan pada kelakuan kita sehingga orang mengerti apa yg kita lakukan. Kemudian mereka akan mengerti siapa kita sebenarnya. Demikian jg halnya jika kita ingin memperkenalkan Islam di Belanda. Pak Jon menyarankan kita untuk bergaul dengan komunitas Belanda agar mereka melihat siapa kita. Jangan lupa untuk memberikan arti atau penjelasan untuk setiap kelakuan kita yang mereka tidak mengerti dengan baik.

Penulis rasa demikianlah hasil pengamatan dua materi yang sangat menarik ini. Meskipun tulisan ini banyak kekurangan dari segi isi dan tulisan, tetapi hal itu tidak mengurangi minat penulis untuk mengabadikan ilmu yang sudah didapat ini. Penulis selalu terilhami oleh nasehat seorang bijak bahwa "Tulisan yang paling buram jauh lebih tahan lama daripada ingatan yang paling kuat sekalipun". Karena itulah, tulisan ini dibuat.

Secara keseluruhan, acara KIIAAT ini berlangsung sangat baik dan berhasil mempererat tali silaturrahim antara muslim Indonesia se-Belanda dan Belgia.

 

ZAP

Technische Universiteit Eindhoven

Islah

Hatur nuhun pak mantab... memang mantab!! yg sgt bkesan:

-  kritikan yg bijak (tdk memvonis dg sifat2 t'tentu) lebih byk mereka amalkan. padahal, sadar atau tdk, kita sudah dsyariatkn utk selalu menjaga ucapan. apalagi org tua, jgn sampai menisbatkan kejelekan (msl dg mngatakn 'dasar malas!') pd anaknya karena bisa jadi saat itu adalah saat mustajab, maka jadilah anak itu spt apa yg dkatakn org tuanya. dg demikian qt jg dlarang  memanggilkan dg panggilan jelek kpd siapapun.

-  "Tulisan yang paling buram jauh lebih tahan lama daripada ingatan yang paling kuat sekalipun"... mantab!!!

 

Cinderella
It's much eiaesr to understand when you put it that way!
pobszo
U1SNOT gduzergsbvyj
mikeknoell
pattywolford
sajderpl
oribermudez
propecia mequpv prednisone lnkh
th3n3wc4d
seroquel jmqims cymbalta %-[[
captcha
 
TADARUS WITH US!


WEEKLY
Friday 21.00 C.E.T
(20.00 G.M.T)
(Saturday 03.00 W.I.B)
My status
JADWAL SHALAT EINDHOVEN[?]

Rabu 20 Mei 2009
Subuh:3:09am
Terbit:5:39am
Dzuhur:1:35pm
Ashr: 5:50pm
Maghrib:9:31pm
Isya:11:47pm

PARTISIPASI

Musihoven membuka kesempatan bagi umum untuk berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan dakwah Islam. Untuk berpartisipasi, klik link ini