You are viewing: MUSIHOVEN » HOME » BLOGS » Articles » Reflections » Sakit, Bagian dari Nikmat-Nya….
|
If you can see this, then your browser cannot display the slideshow text.
|
Sakit, bagian dari nikmat-Nya….
Seringkali kita mengeluh saat sakit datang menyapa. Terlebih saat banyak hal yang perlu dilakukan – tugas, ujian, belajar, proyek, dll – seolah tiada harapan lagi untuk mengejarnya. Benar memang, karena sakit, kita mesti berdiam diri secara paksa, menunda bahkan membatalkan berbagai agenda, kita harus banyak beristirahat, tidak bisa melakukan apa-apa.
Namun suatu ketika, Alhamdulillah, teringat…. Bahwa ternyata ia merupakan bagian dari nikmat-Nya. Banyak faedah yang dapat kita peroleh darinya. Bagaimana tidak! Disaat sakit tersebut, kita benar-benar merasakan kelemahan diri ini, tak berdaya, sebagaimana semestinya seorang hamba. Lantas siapa kah diri ini kemarin, yang merasa penuh kuasa, penuh semangat, tanpa sedikit pun ingat akan Kuasa-Nya, lupa diri…. Bahwa atas Kuasa-Nya lah, diri ini kuasa melakukan sesuatu, atas izin-Nya lah kita bisa berkarya.
Dikala itu juga, diri ini dibawa ke alam perenungan. Ingat akan suatu masa berakhirnya hayat ini, akhir segala amal. Bekal apa yang telah dimiliki? Hanya ibadah yang kian hari tidak bertambah baik, tetapi dosa yang kian hari kian bertambah…. Astaghfirullaah hal ‘Adziim..lii wa liwaalidayya….
Maka saat itu pula, kita ini dibawa mendekat ke hadirat-Nya, hari demi hari diisi dengan dzikir dan tahmid, istigfar dan tahlil seraya terbaring memohon, tak berdaya. Maka yakin benar apa yang telah diwasiatkan Rasul dan ulama untuk menjenguk orang yang sakit, doakan dan minta doa darinya, karena doanya adalah mustajab serta kumpulannya adalah kumpulan rahmat. Selain itu, sakit menghapus dosa-dosa kita, sebagai balasan atas kesabaran selama sakit tersebut.
Eindhoven, 2 Muharram 1430H, 30 Des 2008M
Saat sakit datang menyapa,
Islah
