You are viewing: MUSIHOVEN » HOME » MULTIMEDIA » Articles » Islamic » Hukum mencukur jenggot

Slideshow image
If you can see this, then your browser cannot display the slideshow text.

“HUKUM MENCUKUR JENGGOT”

Pertanyaan : "apa hukum mencukur jenggot sampai habis atau memotong sebagiannya?"

Asy-syaikh Muqbil bin Hadi al-Wadi’i rhm menjawab:

Orang yang mencukur jenggotnya sampai habis tergolong orang yang fasiq,karena Nabi bersabda :

"potonglah kumis dan biarkanlah jenggot kalian.

dan beliau bersabda pula:

"biarkanlah jenggot kalian menjadi banyak."

juga:

"muliakanlah jenggot kalian"

juga:
"Panjangkanlah jenggot kalian"

banyak sabda Nabi yang memerintahkan untuk membiarkan jenggot, dan tidak pernah disebutkan bahwa Nabi mencukur habis jenggotnya,bahkan jenggot beliau menutupi dada beliau. Dan tidak didapatkan pula ada riwayat yang menyebutkan bahwa Nabi pernah melihat seorang muslim yang mencukur jenggotnya lalu Nabi menyetujuinya. Bahkan mencukur jenggot tergolong perbuatan tasyabuh ( menyerupai ) musuh2 islam dan perbuatan tasyabuh ( menyerupai ) wanita.

Oleh karena itu, wajib bagi setiap muslim untuk menjaga penampilan islami dimanapun dia berada,sehingga dia tidak kehilangan jati diri muslim sebagaimana orang lain kehilangan jati diri muslimnya.Walloohul musta’an.

Jenggot merupakan perhiasan bagi seorang lelaki. Meskipun engkau melihat adanya sebagian orang ‘alim yang fasiq memotongnya, ini bukanlah suatu hujjah. Juga meskipun engkau melihat diantara para raja dan pemimpin yang memotong jenggotnya,itu bukanlah suatu hujjah. Yang dinamakan hujjah adalah Kitabullah dan Sunnah Rosulullooh. Bila engkau melihat orang2 ‘alim yang memotong jenggot atau para raja dan pimpinan, niscaya engkau dapati mereka terpengaruh oleh musuh2 islam. Sama saja mereka terpengaruh dengan belajar kepada musuh2 islam ataupun belajar kepada orang yang belajar kepada musuh2 islam,ataupun terpengaruh oleh orang yang terpengaruh musuh2 islam. Tidak boleh bagi seorang pun untuk mengambil teladan dari salah seorang dari mereka, bahkan Assunnah yang wajib untuk diikuti.

Demikian pula memotong sebagian jenggot dan membiarkan sebagiannya, ini juga tidak diperbolehkan karena Nabi bersabda : ‘afuu.. ,maknanya adalah biarkanlah sebagaimana diciptakan Alloh. Juga sabda Beliau " waffaruu"..dan "irkhuu"

Adapun riwayat dari Abdullah ibnu Ummar bahwa bila melaksanakan Haji atau umroh beliau ( ibnu ummar ) mengambil ( memotong ) jenggot yang melebihi ukuran genggaman tangan, ini bukanlah hujjah, karena yang dianamakan hujjah adalah Kitabullah dan Sunnah Rosulullooh !!.

Bila engkau katakan : terkadang saya diperintah untuk memotong jenggot karena saya tentara? Jawabannya: Tidak boleh untukmu mena’ati perintah itu, karena Nabi bersabda :

"Hanya keta’atan tersebut dalam hal yang baik "

Kecuali bila engkau khawatir akan disiksa dengan siksaan yang tidak bisa engkau pikul, Walloohul musta’an.

Bila engkau katakan : Terkadang saya masuk kesuatu negeri atau saya kembali ke negeri saya,sedangkan penduduk negeri itu memaksa dan memasukan setiap orang yang memelihara jenggotnya kedalam penjara,dan juga akan dikhawatirkan akan dibunuh.

Maka bila engkau takut bahwa dirimu akan disiksa, atau diambil hartamu, atau kehormatanmu dengan sesuatu yang tidak bisa engkau pikul, maka diperbolehkan untukmu memotong jenggot. Adapun tanpa ada sesuatu lalu engkau memotong jenggot dan menyerupai musuh2 islam, atau hanya karena mengikuti perintah orang2 yang menyimpang maka tidak boleh bagimu ( untuk memotong jenggot ).

Betapa banyak orang shalih yang pergi ke negeri musuh2 islam dimana mereka ( musuh-musuh islam ) melihat orang2 salih berpegang teguh dengan agama secara benar, justru musuh2 islam itu mencintai orang2 salih tersebut,memuliakan mereka,mempercayai keamanahan mereka. Adapaun Jenggot, maka tidaklah jenggot itu yang bersalah ( yang menyebabkan kebencian orang2 kafir membenci islam ) . Bila engkau lihat seseorang yang memelihara jenggotnya pendusta, ia berkhianat, atau mencuri, maka yang salah bukan jenggotnya tapi orangnya. Adapun jenggot adalah fitrah dan termasuk sunnah Rosulullloh yang beliau perintahkan dan beliau wajibkan. Saya maksudkan keterangan ini agar tidak menjadi alasan bagimu untuk mencukur jenggot bila engkau melihat diatara orang yang memelihara jenggot ada yang tidak istiqomah atau tidak amanah. Walloohul musta’an.

( diterjemahkan dari ijabatus Sail, hal 221-222)

dan dinulil dari majalah Asysyariah No 11/1425H/2004

dengan sedikit perubahan kata! allohu’alam..

 
TADARUS WITH US!


Every Friday
21.00 C.E.T(GMT +1)


My status
JADWAL SHALAT EINDHOVEN[?]


PARTISIPASI

Musihoven membuka kesempatan bagi umum untuk berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan dakwah Islam. Untuk berpartisipasi, klik link ini